6/21/2007

Mau pintar kok mahal........

"Mau pintar kok mahal" seperti slogan yang dikeluarkan oleh iklan rokok sampoerna Mild di layar TV. Istilah ini juga cocok diterapkan di dunia IT untuk masyarakat kita yang masih belum tahu banyak mengenai dunia IT.

Fakta pertama

Masyarakat kita (Indonesia) sekarang lagi pengen bergerak untuk menggeluti dunia IT, darimana tahunya masyarakat Indonesia lagi pengen bergerak menggeluti dunia IT ini ?
Berdasarkan dari hasil pengamatan penulis blog ini dapat jelaskan sebagai berikut :

  • Sekitar tahun 1990 an sampai 1998, komputer hanya dibeli oleh masyarakat yang bergerak dibidang IT saja, Misal mahasiswa. Untuk perusahaan pasti beli komputer bagi yang sudah membutuhkannya.Itupun masih sekelas komputer PC yang masih dikatakan komputer jangkrik
  • Sekitar tahun 1998 an sampai dengan 2005, komputer dibeli oleh masyarakat yang bergerak dibidang IT dan non IT (ekonomi,sosial, dll) misal mahasiswa selain IT.Masih komputer PC juga dan perusahaan juga pasti beli jika butuh komputer.
  • Sekitar tahun 2005 an sampai 2007, yang beli komputer masyarakat IT, non IT dan keluarga (untuk anak-anaknya dirumah). komputer yang dibeli sudah PC bagi yang kurang memiliki rejeki lebih dan beli laptop yang memiiki rejeki lebih. Perusahaan juga sama pasti beli jika memang membutuhkannya

Semuanya hanya mengenal yang namanya Microsoft Windows sebagai sistem operasi yang digunakan didalam komputernya, hanya sedikit yang mengenal selain Microsoft Windows seperti LINUX (secara global masyarakat awam tidak tahu akan linux).

Fakta kedua

Negara kita Indonesia yang tercinta ini telah mengumumkan UU untuk HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dimana UU ini untuk melindungi karya-karya yang telah dihasilkan supaya si pencipta tidak dirugikan oleh orang lain.

Sekarang mari kita hubungkan UU tersebut dengan kasus kasus yang ada di masyarakat mengenai penggunaan Software miliknya Microsoft.

Kasus I
Saat ini masyarakat kita berbondong-bondong untuk membelikan komputer kepada anaknya, yang anaknya masih kecil SD sampai dibelikan komputer supaya kelak bisa mengoperasikan komputer, kemudian anaknya yang sudah kuliah juga dibelikan komputer untuk mendukung proses kuliah di kampus, baik itu berupa PC maupun laptop. Masyarakat kita yang tidak mampupun dibelain untuk beli komputer walaupun dengan cara kredit. Kalau tidak bisa kredit tapi pengen belikan anaknya sebuah komputer, apa yang akan terjadi? silahkan anda bayangkan!!!

Akan tetapi semua itu sekarang berbeda dengan dahulu ketika membeli sebuah komputer.
Masalahnya masyarakat kecil (personal user) :
Membeli komputer belum bisa dioperasikan langsung oleh pembelinya karena tidak ada sistem operasi yang terpasang didalam komputer yang mereka beli(mereka minta di installkan Windows).
Sebab :
Karena pihak penjual tidak mau memasang sistem operasi yang bukan asli/original.
Akibat :
Anaknya kecewa tidak bisa langsung mengoperasikan komputer barunya. Orang tuanya cari orang untuk menginstall gak dapat, kemudian cari persewaan CD juga tidak ada/tutup. Tinggal mengelus dada karena tidak bisa membeli software yang katanya harus asli semuanya. Kalo ditotal lebih mahalan softwarenya daripada komputernya sendiri.

Harapan masyarakat kecil (personal user) :
"Apa gak ada keringanan, subsidi, toleransi bagi masyarakat kecil untuk belajar dan menikmati teknologi
?"

Kasus II
Usaha warnet maupun rental(sudah tidak ada) saat ini sedang lesu dan takut dengan adanya isu rasia-rasia mengenai sofware. Beberapa warnet sebenarnya sudah membeli software microsoft Windows yang asli akan tetapi tetap saja kena rasia yang dilakukan oleh aparat kepolisian dengan alasan yang lain-lainnya.
Masalah Masyarakat Menengah :
Masyarakat jadi takut untuk memulai bisnis bidang IT (takut dimangsa oleh oknum yang bukan pemilik merk produk). Warnet selain pebisnis, comersil atau apapun namanya menurut penulis warnet itu juga mengantarkan masyarakat ke dunia informasi yang semakin cepat ini. Kalo diibaratkan seperti pengusaha wartel, wartel sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita untuk komunikasi baik itu ke sanak keluarganya tapi juga untuk memperlancar bisnis masyarakat. Apa jadinya jika tidak ada alat komunikasi seperti telepon di tengah-tengah masyarakat? dan apa jadinya jika warnet tidak ada di tengah-tengah masyarakat ? kapan bangsa ini maju untuk mengangkat SDM kita?
Akibat :
Masyarakat tambah semakin bodoh karena warnet tidak ada yang nantinya jadi konsumsi mewah. Seperti barang haram yang semakin dicari orang dan semakin mahal harganya.

Harapan Masyarakat Menengah :
Kapan masyarakat dapat informasi yang cepat, akurat,untuk bisnis belajar untuk mengalahkan negara negara besar? apa kita tetap jadi orang bodoh terus?

Untuk masyarakat kita yang berada di tingkatan atas seyogyanya untuk mematuhi peraturan yang ada daripada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Kasus III adalah aparat penegak hukum :
Tampaknya kasus seperti ini menjadi lahan untuk memenuhi ambisi mengeruk bahkan membunuh usaha-usaha yang dilakukan masyarakat menuju era teknologi. Masyarakat membuat usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan justru aparat gencar-gencarnya menghabisi usaha masyarakat.

Salam untuk masyarakat yang berusaha menciptakan lapangan pekerjaan sendiri

  • Hati-hatilah polisi saat ini sedang mencari dana melalui dunia teknologi, bukannya menanggulangi sampah masyarakat seperti curanmor, judi. Karena kasus-kasus seperti itu kurang empuk untuk dimakan.
  • Polisi tidak boleh MENUNTUT kepada orang yang diduga bersalah!!!yang berhak menuntut adalah yang punya produk bukan polisi

1 komentar:

Nandang mengatakan...

dilematis memang ya mas...kita wajib miris dengan hal ini....kadang kekuasaan disalah gunakan untuk menindas....